Kamis, 19 Oktober 2017

TUGAS ETIKA PROFESI AKUNTANSI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

ETIKA PROFESI AKUNTANSI
TENTANG ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
TAHUN 2016
Diajukan untuk melengkapi tugas (softskill) dengan jadual perkulihan yaitu Etika Profesi Akuntansi

Dosen :
Evan Indrajaya

Disusun Oleh :
                        Nama           : Wretta Istianti Sukana
     NPM            : 2C214324
Kelas            : 4EB31


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2017


PENGERTIAN ANALISIS FUNDAMENTAL
Analisis Fundamental adalah teknik analisa yang umumnya digunakan oleh investor untuk membantu keputusan jual beli saham. Artikel ini akan membahas tentang Analisis Fundamental dengan cukup menyeluruh. Mulai dari definisi, fungsi, dan berbagai teknik analisis yang digunakan untuk mencari saham terbaik untuk investasi.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Analisa laporan keuangan adalah kegiatan menganalisa laporan keuangan. Yang lahir dari suatu konsep dan sistem akutansi keuangan. Dengan memahami sifat dan konsep akutansi keuangan maka akan lebih mengenal sifat dan konsep laporan keuangan sehingga dapat menjaga kemungkinan salah tafsir terhadap informasi yang diberikan melalui laporan keuangan sehinggakesimpulan yang disapat akan lebih akurat.
Menurut Myer (2004:5) definisi analisa laporan keuangan adalah “Analisa laporan keuangan adalah analisa mengenai dua daftar yang disusunoleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan”.
Menurut Dwi Prastowo (2008:56) definisi analisis laporan keuangankeuangan adalah: “Analisa laporan keuangan adalah penguraian suatu pokok atas berbagaibagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagianuntuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan”.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa analisa laporan keuangan (financial statement analysis) adalah proses penganalisaan atau penyidikan terhadap laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi beserta lampiran-lampirannya untuk mengetahui posisi keuangan dan tingkat “kesehatan” perusahaan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan  teknik-teknik tertentu.

JENIS ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Rasio laporan keuangan adalah perbandingan antara pos-pos tertentu dengan pos lain yang memiliki hubungan signifikan (berarti). Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. Adapun rasio keuangan yang popular adalah 1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. Adapun yang termasuk dalam rasiolikuiditas adalah :
  1. Rasio Lancar adalah kemampuan untuk membayar kewajiban yang segera harus dipenuhi denganaktiva lancar. Apabila rasio lancar ini 1 : 1 atau 100 %, berarti aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar.
  2. Rasio Cepat (Quick ratio), Rasio ini menunjukan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar. Semakin besar rasio ini maka semakin baik, rasio ini disebut juga dengan acid test ratio. Angka rasio ini tidak harus 100 % atau 1 : 1.
  3. Rasio Kas atas Aktiva Lancar, Rasio ini menunjukan porsi jumlah kas dibandingkan dengan total aktiva lancar.
  4. Rasio Kas atas Hutang Lancar, Rasio ini menunjukan porsi jumlah kas yang dapat menutupi hutang lancar.
  5. Rasio Aktiva Lancar dan Total Aktiva, Rasio ini menunjukan porsi aktiva lancar atas total aktiva.
  6. Aktiva Lancar dan Total Hutang, Rasio ini menunjukan porsi aktiva lancar atas total kewajiban perusahaan.


Analisis :
Pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut setiap hutang lancar Rp.100,- dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp.672,- dan Rp. 726,-. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kesulitan bagi ACE HARDWARE INDONESIA Tbk untuk melunasi hutangnya karena hanya dengan mencairkan aktiva lancarnyapun hutang lancar tersebut sudah dapat dilunasi bahkan pergerakan Current Ratio dari tahun 2015-2016 semakin tinggi maka akan semakin terjamin hutang perusahaan kepada kreditur.

2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang atau kewajiban-kewajibannya apabila perusahaan dilikuidasi. Rasio solvabilitas antara lain :
  1. Rasio Hutang atas Modal.
Rasio ini menggambarkan sampai sejauh mana modal pemilik dapat menutupi hutang-hutang kepada pihak luar. Semakin kecil rasio ini semakin baik.
  1. Debt Service Ratio.
Rasio ini menggambarkan sejauh mana laba setelah dikurangi bunga dan penyusutan serta biaya nonkas dapat menutupi kewajiban bunga dan pinjaman. Semakin besar rasio ini semakin besar perusahaan dapat menutupi semua hutang-hutangnya.
  1. Rasio Hutang atas Aktiva.
Rasio ini menunjukan sejauh mana hutang dapat ditutupi oleh aktiva, lebih besar rasionya maka lebih aman, supaya aman porsi hutang terhadap aktiva harus lebih kecil.


Analisis :
Pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut setiap Rp.100,- total aktiva yang dilakukan dibelanjai dari hutang sebesar Rp.17,5,- dan Rp. 18,3,- atau terdapat 17,5% aktiva pada tahun 2015 dibelanjai dari hutang dan begitu pula tahun 2016 sebesar 18,3%. Pergerakan DAR yang naik ini menunjukkan bahwa kredibilitas ACE HARDWARE INDONESIA Tbk di mata kreditur sehingga kreditur dapat memberikan pinjaman lebih besar dari tahun sebelumnya. Namun, DAR yang semakin naik ini juga harus diperhatikan agar tidak semakin besar supaya kegiatan perusahaan tidak terganggu oleh kewajiban yang harus dilunasi.

3. Rasio Profitabilitas
Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada, seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan dan sebagainya. Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba disebut juga operating ratio. Rasio profitabilitas antara lain :
  1. Profit Margin.
Angka ini menunjukan berapa besar presentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.
  1. Return On Total Assets.
Rasio ini menunjukan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai aktiva.
  1. Return On Investment.
Rasio ini menunjukan berapa persen diperoleh laba bersih bila diukur dari modalpemilik. Semakin besar maka akan semakin baik.
  1. Operating Ratio.
Menunjukan biaya operasi per rupiah penjualan, semakin besar rasio ini berarti semakin buruk.

Analisis :
Pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut setiap Rp.100,- penjualan yang dilakukan atas asset perusahaan mampu menghasilkan laba bersih sebesar Rp.12,5,- dan Rp. 14,3,-. Hal ini menunjukkan bahwa PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk mengalami kenaikan laba pada periode 2015 dan 2016.

 4. Rasio Aktivitas.
Rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian dan kegiatan lainnya. Rasio ini menunjukan bagaimana sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal, kemudian dengan cara membandingkan rasio aktivitas dengan standar industri, maka dapat diketahui tingkat efisiensi perusahaan dalam industri. Yang termasuk dalam rasio ini adalah :
  1. Receivable Turn Over
Rasio ini menunjukan berapa cepat penagihan piutang. Semakin besar semakin baik karna penagihan piutang dilakukan dengan cepat.
  1. Inventory Turn Over.
Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perputaran persediaan dalam siklus produksinormal. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap bahwa kegiatan penjualan berjalan cepat.
  1. Fixed Asset Turn Over.
Rasio ini menunjukkan berapa kali nilai aktiva berputar jika diukur dari nilai penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik artinya kemamapuan aktiva tetap menciptakan penjualan tinggi.
  1. Total Asset Turn Over.
Rasio ini menunjukkan perputaran total aktiva diukur dari volume penjualan dengandengan kata lain seberapa jauh kemampuan semua aktiva menciptakan penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik.
  1. Periode Penagihan Piutang.
Angka ini menunjukkan berapa lama perusahaan melakukan penagihan piutang. Semakin pendek periodenya semakin baik. Rasio ini sejalan dengan informasi yang digambarkan receivable turn over.

Analisis :
Total Asset Turnover adalah cara untuk mengukur efisiensi perputaran dari semua asset yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi tingkat rasio ini maka akan semakin baik. Namun, pada PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk, pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut dana yang tercatat dalam total aktiva dalam satu putaran adalah 1,46 kali dan 1,32 kali atau setiap rupiah total aktiva selama setahun menghasilkan penjualan sebesar Rp. 146,- dan Rp. 132,-. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penurunan penjualan dari tahun 2015 ke tahun 2016. Sehingga perlu dicari solusi untuk mengatasinya, yaitu dengan meningkatkan inovasi terhadap produk yang akan di jual sehingga dapat meningkatkan penjualan tersebut.


PT. ACE HARDWARE INDONESIA TBK
PERIODE 31 DES 2015 – 31 MARET 2016




 Kesimpulan
TAHUN
CR
TATO
NPM
DAR
2015
672%
146%
12%
17%
2016
726%
132%
14%
18%

PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk pada tahun 2015 dan 2016 mampu melunasi hutang lancar dengan aktiva lancarnya. Keadaan itupun mampu membuat kreditur percaya untuk memberikan pinjaman lebih besar di tahun 2016 sehingga terjadi peningkatan kewajiban dari tahun 2015 hingga 2016. Namun hal ini harus tetap diperhatikan agar perusahaan tidak bergantung pada pinjaman. Keadaan yang cukup baikpun ditunjukkan dari kemampuan Ace Hardware yang meningkat dalam memperoleh laba. Namun sayangnya pengelolaan asset perusahaan kurang efisien sehingga perputarannya menurun. Hal itu menunjukkan ada kecenderungan pengendapan asset yang kurang baik bagi perusahaan, maka perlu dilakukan evaluasi dan inovasi agar aktivitas perusahaan berjalan lebih efisien dari sebelumnya.

Referensi :
  1. https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiWh67x1fzWAhVEoJQKHY9GAE0QFggsMAE&url=http%3A%2F%2Fwww.acehardware.co.id%2Face_media%2Ffiles%2Ffile95.pdf&usg=AOvVaw1RizkwaGqIVIpoa8Wyk3sQ
  2. https://sucirakhmawati.wordpress.com/2014/12/25/analisis-laporan-keuangan/
  3. www.juruscuan.com/investasi/444-analisis-fundamental







0 komentar:

Posting Komentar

 
WELCOME TO MY BLOG Blogger Template by Ipietoon Blogger Template