ETIKA PROFESI AKUNTANSI
TENTANG ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
TAHUN 2016
Diajukan untuk melengkapi tugas (softskill)
dengan jadual perkulihan yaitu Etika Profesi Akuntansi
Dosen :
Evan Indrajaya
Disusun Oleh :
Nama
: Wretta Istianti
Sukana
NPM
: 2C214324
Kelas
: 4EB31
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2017
PENGERTIAN ANALISIS FUNDAMENTAL
Analisis Fundamental adalah
teknik analisa yang umumnya digunakan oleh investor untuk membantu
keputusan jual beli saham. Artikel ini akan membahas tentang Analisis
Fundamental dengan cukup menyeluruh. Mulai dari definisi, fungsi, dan
berbagai teknik analisis yang digunakan untuk mencari saham terbaik
untuk investasi.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Analisa laporan keuangan adalah kegiatan
menganalisa laporan keuangan. Yang lahir dari suatu konsep dan sistem akutansi
keuangan. Dengan memahami sifat dan konsep akutansi keuangan maka akan lebih
mengenal sifat dan konsep laporan keuangan sehingga dapat menjaga kemungkinan
salah tafsir terhadap informasi yang diberikan melalui laporan keuangan
sehinggakesimpulan yang disapat akan lebih akurat.
Menurut Myer (2004:5) definisi analisa laporan
keuangan adalah “Analisa laporan keuangan adalah analisa mengenai dua
daftar yang disusunoleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan”.
Menurut Dwi Prastowo (2008:56) definisi analisis
laporan keuangankeuangan adalah: “Analisa laporan keuangan adalah penguraian
suatu pokok atas berbagaibagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta
hubungan antar bagianuntuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti
keseluruhan”.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
analisa laporan keuangan (financial statement analysis) adalah proses
penganalisaan atau penyidikan terhadap laporan keuangan yang terdiri dari
neraca dan laporan laba rugi beserta lampiran-lampirannya untuk mengetahui
posisi keuangan dan tingkat “kesehatan” perusahaan yang tersusun secara
sistematis dengan menggunakan teknik-teknik tertentu.
JENIS ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Rasio laporan keuangan adalah perbandingan antara
pos-pos tertentu dengan pos lain yang memiliki hubungan signifikan (berarti).
Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan hubungan antara pos tertentu dengan
pos lainnya. Adapun rasio keuangan yang popular adalah 1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan
kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. Adapun
yang termasuk dalam rasiolikuiditas adalah :
- Rasio Lancar adalah kemampuan untuk membayar kewajiban yang segera harus dipenuhi denganaktiva lancar. Apabila rasio lancar ini 1 : 1 atau 100 %, berarti aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar.
- Rasio Cepat (Quick ratio), Rasio ini menunjukan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar. Semakin besar rasio ini maka semakin baik, rasio ini disebut juga dengan acid test ratio. Angka rasio ini tidak harus 100 % atau 1 : 1.
- Rasio Kas atas Aktiva Lancar, Rasio ini menunjukan porsi jumlah kas dibandingkan dengan total aktiva lancar.
- Rasio Kas atas Hutang Lancar, Rasio ini menunjukan porsi jumlah kas yang dapat menutupi hutang lancar.
- Rasio Aktiva Lancar dan Total Aktiva, Rasio ini menunjukan porsi aktiva lancar atas total aktiva.
- Aktiva Lancar dan Total Hutang, Rasio ini menunjukan porsi aktiva lancar atas total kewajiban perusahaan.
Analisis :
Pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut
setiap hutang lancar Rp.100,- dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp.672,- dan
Rp. 726,-. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kesulitan bagi ACE HARDWARE
INDONESIA Tbk untuk melunasi hutangnya karena hanya dengan mencairkan aktiva
lancarnyapun hutang lancar tersebut sudah dapat dilunasi bahkan pergerakan
Current Ratio dari tahun 2015-2016 semakin tinggi maka akan semakin
terjamin hutang perusahaan kepada kreditur.
2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan
perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang atau kewajiban-kewajibannya
apabila perusahaan dilikuidasi. Rasio solvabilitas antara lain :
- Rasio Hutang atas Modal.
Rasio ini menggambarkan sampai sejauh mana modal
pemilik dapat menutupi hutang-hutang kepada pihak luar. Semakin kecil
rasio ini semakin baik.
- Debt Service Ratio.
Rasio ini menggambarkan sejauh mana laba setelah
dikurangi bunga dan penyusutan serta biaya nonkas dapat menutupi kewajiban
bunga dan pinjaman. Semakin besar rasio ini semakin besar perusahaan dapat
menutupi semua hutang-hutangnya.
- Rasio Hutang atas Aktiva.
Rasio ini menunjukan sejauh mana hutang dapat
ditutupi oleh aktiva, lebih besar rasionya maka lebih aman, supaya aman porsi
hutang terhadap aktiva harus lebih kecil.
Analisis :
Pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut
setiap Rp.100,- total aktiva yang dilakukan dibelanjai dari hutang sebesar
Rp.17,5,- dan Rp. 18,3,- atau terdapat 17,5% aktiva pada tahun 2015 dibelanjai
dari hutang dan begitu pula tahun 2016 sebesar 18,3%. Pergerakan DAR yang naik
ini menunjukkan bahwa kredibilitas ACE HARDWARE INDONESIA Tbk di mata kreditur
sehingga kreditur dapat memberikan pinjaman lebih besar dari tahun sebelumnya.
Namun, DAR yang semakin naik ini juga harus diperhatikan agar tidak semakin
besar supaya kegiatan perusahaan tidak terganggu oleh kewajiban yang harus
dilunasi.
3. Rasio Profitabilitas
Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan
untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada, seperti
kegiatan penjualan, kas,
modal, jumlah karyawan dan sebagainya. Rasio yang menggambarkan kemampuan
perusahaan menghasilkan laba disebut juga operating ratio. Rasio profitabilitas
antara lain :
- Profit Margin.
Angka ini menunjukan berapa besar presentase pendapatan bersih yang diperoleh
dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap
kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.
- Return On Total Assets.
Rasio ini menunjukan berapa besar laba bersih
diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai aktiva.
- Return On Investment.
Rasio ini menunjukan berapa persen diperoleh laba
bersih bila diukur dari modalpemilik. Semakin besar maka akan semakin baik.
- Operating Ratio.
Menunjukan biaya operasi per rupiah penjualan,
semakin besar rasio ini berarti semakin buruk.
Analisis :
Pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut
setiap Rp.100,- penjualan yang dilakukan atas asset perusahaan mampu
menghasilkan laba bersih sebesar Rp.12,5,- dan Rp. 14,3,-. Hal ini menunjukkan
bahwa PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk mengalami kenaikan laba pada periode 2015
dan 2016.
4. Rasio Aktivitas.
Rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan
perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan,
pembelian dan kegiatan lainnya. Rasio ini menunjukan bagaimana sumber daya
telah dimanfaatkan secara optimal, kemudian dengan cara membandingkan rasio
aktivitas dengan standar industri, maka dapat diketahui tingkat efisiensi
perusahaan dalam industri. Yang termasuk dalam rasio ini adalah :
- Receivable Turn Over
Rasio ini menunjukan berapa cepat penagihan
piutang. Semakin besar semakin baik karna penagihan piutang dilakukan dengan
cepat.
- Inventory Turn Over.
Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perputaran
persediaan dalam siklus produksinormal. Semakin besar rasio ini semakin baik
karena dianggap bahwa kegiatan penjualan berjalan cepat.
- Fixed Asset Turn Over.
Rasio ini menunjukkan berapa kali nilai aktiva
berputar jika diukur dari nilai penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin
baik artinya kemamapuan aktiva tetap menciptakan penjualan tinggi.
- Total Asset Turn Over.
Rasio ini menunjukkan perputaran total aktiva
diukur dari volume penjualan dengandengan kata lain seberapa jauh kemampuan
semua aktiva menciptakan penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik.
- Periode Penagihan Piutang.
Angka ini menunjukkan berapa lama perusahaan melakukan penagihan piutang.
Semakin pendek periodenya semakin baik. Rasio ini sejalan dengan informasi yang
digambarkan receivable turn over.
Analisis :
Total Asset
Turnover adalah cara untuk mengukur
efisiensi perputaran dari semua asset yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi
tingkat rasio ini maka akan semakin baik. Namun, pada PT. ACE HARDWARE
INDONESIA Tbk, pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut dana yang
tercatat dalam total aktiva dalam satu putaran adalah 1,46 kali dan 1,32 kali
atau setiap rupiah total aktiva selama setahun menghasilkan penjualan sebesar
Rp. 146,- dan Rp. 132,-. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami
penurunan penjualan dari tahun 2015 ke tahun 2016. Sehingga perlu dicari solusi
untuk mengatasinya, yaitu dengan meningkatkan inovasi terhadap produk yang akan
di jual sehingga dapat meningkatkan penjualan tersebut.
PT. ACE HARDWARE INDONESIA TBK
PERIODE 31 DES 2015 – 31 MARET 2016
Kesimpulan
|
TAHUN
|
CR
|
TATO
|
NPM
|
DAR
|
|
2015
|
672%
|
146%
|
12%
|
17%
|
|
2016
|
726%
|
132%
|
14%
|
18%
|
PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk pada tahun 2015
dan 2016 mampu melunasi hutang lancar dengan aktiva lancarnya. Keadaan itupun
mampu membuat kreditur percaya untuk memberikan pinjaman lebih besar di tahun
2016 sehingga terjadi peningkatan kewajiban dari tahun 2015 hingga 2016. Namun
hal ini harus tetap diperhatikan agar perusahaan tidak bergantung pada
pinjaman. Keadaan yang cukup baikpun ditunjukkan dari kemampuan Ace Hardware
yang meningkat dalam memperoleh laba. Namun sayangnya pengelolaan asset perusahaan
kurang efisien sehingga perputarannya menurun. Hal itu menunjukkan ada
kecenderungan pengendapan asset yang kurang baik bagi perusahaan, maka perlu
dilakukan evaluasi dan inovasi agar aktivitas perusahaan berjalan lebih efisien
dari sebelumnya.
Referensi :
- https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiWh67x1fzWAhVEoJQKHY9GAE0QFggsMAE&url=http%3A%2F%2Fwww.acehardware.co.id%2Face_media%2Ffiles%2Ffile95.pdf&usg=AOvVaw1RizkwaGqIVIpoa8Wyk3sQ
- https://sucirakhmawati.wordpress.com/2014/12/25/analisis-laporan-keuangan/
- www.juruscuan.com/investasi/444-analisis-fundamental





