· DEFINISI AKUNTANSI
Definisi pertama mengenai akuntansi adalah definisi yang
dikemukakan oleh ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen (1995 : 3), akuntansi
adalah suatu aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi
kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam
menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif.
Menurut American Insitute of Certified Public
Accounting (AICPA) dalam Harahap (2003) mendefinisikan akuntansi sebagai
seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam
ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan
termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Sedangkan pengertian akuntansi menurut Rudianto mendefenisikan
bahwa akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada
pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu
badan usaha.
Dan pengertian menurut Charles T. Horngren, dan Walter
T.Harrison (Horngren Harrison,2007:4) menyatakan bahwa: Akuntansi adalah
sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi
laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.
Sekalipun ada banyak pengertian ataupun definisi akuntansi dari
berbagai ahli, yang diantaranya sebagaimana dijabarkan diatas. Namun dalam
lidah pelaku usaha dan bisnis akuntansi lebih popular disebut sebagai “bahasa
bisnis”, atau lebih tepat disebut bahasa pengambilan keputusan.
Dikatakan demikian karena semakin kita menguasai bahasa ini akan
semakin baik pula kita menangani berbagai aspek keuangan dalam kehidupan,
utamanya dalam usaha dan bisnis yang dilakoni. Apapun peranan kita dalam
masyarakat, pasti kita pernah mengambil keputusan yang berhubungan dengan aspek
keuangan, baik sebagai manajer, investor, politisi, kepala rumah tangga, atau
mahasiswa. Karenanya dapat dipastikan kita akan merasakan manfaat dari memahami
akuntansi.
FUNGSI AKUNTANSI
Fungsi
utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari
laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta
perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan
satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya
oleh pihak manajer atau manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu
organisasi.
Akuntansi seringkali
dinyatakan sebagai bahasa perusahaan yang berguna untuk memberikan informasi
yang berupa data-data keuangan perusahaan yang dapat digunakan guna pengambilan
keputusan. Setiap perusahaan memerlukan dua macam informasi tentang
perusahaannya yaitu informasi mengenai nilai perusahaan dan informasi tentang
laba/rugi usaha. Kedua informasi tersebut berguna untuk:
·
Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan
·
Mengetahui perkembangan ayau maju mundurnya perusahan
·
Sebagai dasar untuk perhitunngan pajak
·
Menjelaskan keadaan perusahaan sewaktu-waktu memrlukan kredit dari
bank atau pihak lain
·
Dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh
PIHAK – PIHAK YANG BERKEPENTINGAN DALAM BIDANG AKUNTANSI
A. Pihak Intern
Adalah pihak
manajemen yang berkepentingan langsung dan sangat membutuhkan informasi
keuangan untuk tujuan pengendalian (controlling), pengkoordinasian
(coordinating), dan perencanaan (planning) suatu perusahaan.
B. Pihak Ekstern
Adalah pihak-pihak
yang berada di luar perusahaan tetapi ia membutuhkan informasi keuangan
perusahaan tersebut.
1. Pemilik/Investor
Pemilik memerlukan
informasi akuntansi di perusahaannya untuk mengetahui maju mundurnya
perusahaan, sehingga ia dapat mengambil keputusan apakah akan mempertahankan
perusahaannya, menjualnya, atau menambah investasinya.
2. Calon Investor
Bagi calon investor
sangat perlu informasi akuntansi perusahaan. Hal ini dilakukan dalam rangka
untuk mengambil keputusannya apakah akan menginvestasikan dananya di perusahaan
tersebut atau tidak.
3. Kreditor
Informasi akuntansi
suatu perusahaan sangat dibutuhkan bagi kreditor untuk mengetahui kemampuan
perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Hal ini dapat dijadikan oleh
kreditor sebagai bahan untuk mengambil keputusan apakah akan ditambah atau
ditarik pinjamannya.
4. Calon Kreditor
Bagi calon kreditor
informasi akuntansi suatu perusahaan sangat diperlukan sebagai bahan
pertimbangan bagi calon kreditor untuk menilai resiko serta memutuskan apakah
perusahaan tersebut akan diberikan pinjaman atau tidak.
5. Pemerintah
Informasi akuntansi
perusahaan bagi pemerintah sangat berguna untuk penetapan besarnya pajak
penghasilan (PPh) badan usaha. Selain itu, juga dapat dipakai sebagai alat
penilaian bagi perusahaan apakah perusahaan tersebut mematuhi peraturan atau
tidak.
6. Karyawan
perusahaan yang bersangkutan
Informasi akuntansi
perusahaan sangat bermanfaat bagi karyawan perusahaan yang bersangkutan untuk
kelangsungan hidupnya. Maju mundurnya perusahaan dapat berguna untuk kemantapan
kerja, bahan pertimbangan penuntutan naiknya gaji, dan jaminan sosial karyawan.
PRINSIP AKUNTANSI
Prinsip dasar
akuntansi mendasari akuntansi dan seluruh laporan keuangan. Prinsip akuntansi
dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postutat akuntansi, dan konsep
teoritis akuntansi, serta sebagai dasar pengembangan teknik atau prosedur
akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan.
Ada lima prinsip
dasar akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi. Yakni:
1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)
GAAP mewajibkan
sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan berdasarkan
harga akuisi. Hal ini seringkali disebut prinsip biaya historis. Prinsip ini
menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva. utang, modal,
dan biaya.
Yang dimaksud
dengan-harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetuiui oleh kedua belah
pihak vang tersangkut dalam transaksi. Harga perolehan ini harus terjadi dalam
transaksi di antara kedua belah pihak yang bebas. Harga pertukaran ini dapat
terjadi pada seluruh transaksi dengan pihak ekstern, baik yang menyangkut
aktiva, utang, modal atau transaksi lainnya. Biaya memiliki keunggulan yang
penting dibandingkan penilaian yang lainnya, yaitu dapat diandalkan.
2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition
Principle)
Prinsip Pengakuan
Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan
barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode
tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besamya pendapatan adalah jumlah
kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang
bebas.
Istilah pendapatan
dalam prinsip ini merupakan istilah yang luas, di mana di dalam pendapatan
termasuk pendapatan sewa, laba penjualan aktiva dan lain-lain. Batasan umum
yang biasanya digunakan adalah semua perubahan dalam jumlah bersih aktiva
selain yang berasal dari pernilik perusahaan.
Biasanya pendapatan
diakui pada saat terjadinya penjualan barang atau jasa. Yaitu saat ada
kepastian mengenai besarnya pendapatan yang diukur dengan aktiva yang diterima.
Tetapi ketentuan umum ini tidak selalu dapat diterapkan, sehingga timbul
beberapa ketentuan lain untuk mengakui pendapatan. Pengecualian-pengecualian
itu adalah pengakuan pendapatan saat produksi selesai, selama masa produksi dan
pada saat kas diterima.
3. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
Yang dimaksud prinsip
mempertemukan biaya adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul
karena biaya tersebut Prinsip ini berguna untuk menentukan besamya penghasilan
bersih setiap periode. Karena biaya itu harus dipertemukan dengan
pendapatannya, maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan
pendapatan. Apabila pengakuan suatu pendapatan ditunda, maka pembebanan
biayanya juga akan ditunda sampai saat diakuinya pendapatan.
Penerapan prinsip
ini. juga menghadapi beberapa kesulitan. Misalnya, dalam hal biaya-biaya yang
tidak mempunyai hubungan yang jelas dengan pendapatan, maka sulit untuk
mempertemukan biaya dengan pendapatannya. Contoh, biaya administrasi dan umum
tidak dapat dihubungkan dengan pendapatan perusahaan. Kesulitan seperti ini
diatasi dengan membebankan biaya-biaya tersebut ke periode terjadinya.
Biasanya biaya-biaya
seperti itu disebut period costs. Sebabnya, biaya produksi seperti biaya baban
baku, upah langsung dan biaya produksi tidak langsung, mempunyai hubungan yang
jelas dengan pendapatan, sehingga dapat dengan mudah dipertemukan.
Kesulitan yang lain
seperti dalam hal biaya yang mempunvai manfaat untuk beberapa periode.
Biaya-biaya seperti ini ditunda pembebanannya karena mernpunyai fungsi
menimbulkan pendapatan. Masalahnya adalah alokasi setiap periodenya. Dasar
alokasi yang digunakan dalam metode-metode depresiasi dan amortisasi hampir
semuanya berdasarkan taksiran-taksiran yang tidak jelas hubungannya dengan
pendapatan.
Salah satu akibat
dari prinsip ini adalah digunakannya dasar waktu (accrual basis) dalam
pembebanan biaya. Dalam prakteknya digunakan jurnal-jurnal penyesuaian setiap
akhir periode untuk mempertemukan biaya dengan pendapatan.
4. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Agar laporan keuangan
dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode dan
prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara
konsisten dari tahun ke tahun. Sehingga bila terdapat perbedaan antara suatu
pos dalam dua periode, dapat segera diketahui bahwa perbedaan itu bukan selisih
akibat penggunaan metode yang berbeda.
Konsistensi tidak
dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk
mengadakan perubahan metode yang dipakai. Tetapi jika ada penggantian metode,
maka akibat (selisih) yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan
harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakuan
terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.
5. Prisip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)
Yang dimaksud dengan
prinsip pengungkapan lengkap adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam
laporan keuangan. Karena infomasi yang disajikan itu merupakan ringkasan dari
transaksi-transaksi dalam satu periode dan juga saldo-saldo dari
rekening-rekening tertentu, tidaklah mungkin untuk memasukkan semua
informasi-informasi yang ke dalam laporan keuangan.
Biasanya keterangan
tambahan atas informasi dalam laporan keuangan dibuat dalam bentuk:
·
Catatan kaki/footnote.
·
Dalam laporan keuangan, biasanya dituliskan dalam kurung di bawah
elemen yang bersangkutan, atau dengan memakai rekening-rekening tertentu.
·
Berbagai lampiran.
Keterangan tambahan
dengan menggunakan catatan kaki biasanya karena tidak diinginkan untuk
mengganggu laporan keuangan yang dibuat. Catatan kaki ini digunakan untuk
menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
·
Prinsip akuntansi yang digunakan.
·
Perubahan-perubahan,
seperti perubahan dalam prinsip akuntansi, taksiran-taksiran, kesatuan usaha,
dan juga kalau ada koreksi-koreksi kesalahan. Catatan kaki ini juga menunjukkan
perlakuan terhadap perubahan-perubahan tersebut, apakah dengan cara kumulatif,
retroaktif, dan lain-lain.
·
Adanya kemungkinan timbulnya rugi atau laba bersyarat.
·
Informasi tentang modal perusahaan, seperti jumlah lembar saham
dan lain-lain.
PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN DAN ISI LAPORAN KEUANGAN
Menurut Munawir dalam bukunya Analisa Laporan
Keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan adalah bersifat historis dan
menyeluruh sebagai suatu laporan kemajuan (progress report). Selain itu,
dikatakan bahwa laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil
dari suatu kombinasi antara fakta-fakta yang telah dicatat (recorded fact),
prinsip-prinsip, dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accountung
convention and postulate), serta pendapat pribadi (personal judgement).
Zaki Baridwan menyatakan bahwa Laporan
keuangan adalah merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan
suatu ringkasan, dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu
tahun buku yang bersangkutan. Kemudian, pengertian di dalam standar akuntansi
keuangan, Laporan keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan
keuangan dan laporan keuangan lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba
rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai
cara, seperti sebagai laporan arus kas), catatan, laporan keuangan lain, dan materi
penjelasan yang bagian integral dari laporan keuangan.
Pada umumnya, laporan keuangan itu terdiri dari neraca, laporan
laba-rugi, serta laporan perubahan modal, tetapi dalam praktik keseharian
sering pula diikut sertakan kelompok lain yang sifatnya membantu memperoleh
penjelasan, seperti laporan sumber dan penggunaan kas atau arus kas, laporan
biaya produksi, dan lain-lain. Oleh karena itu, laporan keuangan dapat dipakai
sebagai alat berkomunikasi dengan pihak-pihak berkepentingan dengan data keuangan
perusahaan, dan karena itulah sering juga disebut sebagai language of business.
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa laporan keuangan merupakan
hasil tindakan pembuatan ringkasan data keuangan perusahaan. Laporan keuangan
terdiri dari empat laporan dasar, yaitu:
·
Neraca,
menunjukkan posisi keuangan yang meliputi kekayaan, kewajiban serta modal pada
waktu tertentu.
·
Laporan
rugi-laba, menyajikan hasil usaha perusahaan yang meliputi pendapatan dan biaya
(beban) yang dikeluarkan sebagai akibat dari pencapaian tujuan dalam suatu
periode tertentu.
·
Laporan
perubahan modal/laba ditahan, yang memuat tentang saldo awal dan akhir laba
ditahan dalam Neraca untuk menunjukkan suatu analisa perubahan besarnya laba
selama jangka waktu tertentu.
·
Laporan
arus kas, memperlihat aliran kas selama periode tertentu, serta memberikan
informasi terhadap sumber-sumber kas serta penggunaan kas dari setiap kegiatan
dalam periode yang dicakup.
Jadi, idealnya sebuah catatan laporan keuangan harus mampu mencerminkan
dan memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi keuangan kinerja suatu
perusahaan.
LAPORAN
LABA RUGI
Pengertian Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang
menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu usaha untuk suatu
periode tertentu. Selisih antara pendapatan-pendapatan dan biaya merupakan laba
yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan. Laporan laba rugi yang
kadang-kadang disebut laporan penghasilan atau laporan pendapatan dan biaya
merupakan laporan yang menunjukkan kemajuan keuangan perusahaan dan jga
merupakan tali penghubung dua neraca yang berurutan.
Maka arti penting dari laporan laba rugi
yaitu sebagai alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan dan juga
mengetahui berapakah hasil bersih atau laba yang didapat dalam suatu periode.
Berikut ini istilah-istilah yang digunakan
dalam laporan laba rugi yang diambilkan dari Statement of Financial Accounting
Concepts Nomor 6 yang dikeluarkan oleh FASB.
·
Pendapatan
(revenue) adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan usaha atau
pelunasan utangnya (atau kombinasi keduanya) selama suatu periode yang berasal
dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa, atau dari kegiatan lain
yang merupakan kegiatan utama badan usaha.
· Biaya (expense) adalah aliran keluar atau
pemakaian lain aktiva atau timbulnya utang (atau kombinasi keduanya) selama
satu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan
jasa, atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan
usaha.
· Penghasilan (income) adalah selisih
penghasilan-penghasilan sesudah dikurangi biaya-biaya. Bila pendapatan lebih
kecil daripada biaya, selisihnya sering disebut rugi.
· Laba (gain) adalah kenaikan modal 9aktiva
bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang
terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain
yang mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari
pendapatan (revenue) atau investasi oleh pemiliknya. Contohnya adalah laba yang
timbul dari penjualan aktiva tetap.
· Rugi (loss) adalah penurunan modal (aktiva
bersih) dan transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu
badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan
usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari biaya (expense) atau
distribusi pada pemilik. Contohnya adalah rugi penjualan surat berharga.
·
Harga
Perolehan (cost) adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul
untuk memperoleh barang atau jasa. Jumlah ini pada saat terjadinya transaksi
akan dicatat sebagai aktiva. Misalnya pembelian mesin, dan pembayaran uang muka
sewa (persekot biaya).
Laporan Laba Rugi Mempunyai 2 Unsur Yaitu
Pendapatan Dan Beban/Biaya.
1)
Pendapatan
Dalam pengertian akuntansi, penghasilan
meliputi pendapatan dari penjualan (sales) barang/jasa, pendapatan sewa,
dividen, bunga, royalti, honorarium profesioanal, komisi dan keuntungan (gains)
dari penjualan surat berharga atau aktiva tetap. Tidak termasuk penghasilan
adalah peningkatan aktiva perusahaan yang timbul dari investasi pemilik
(investor).
Terjadinya penghasilan mengakibatkan
penambahan terhadap aktiva atau pengurangan terhadap kewajiban. Penghasilan
diakui dalam laporan laba rugi kalau kenaikan nilai aktiva atau penurunan nilai
kewajiban sebagai akibatnya telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Oleh
karena itu penghasilan diakui sebagai berikut:
Pendapatan dari penjualan barang (produk)
diakui pada saat terjadi transaksi penjualan.Pendapatan dari penjualanjasa
diakui pada saat terjadi transaksi penyerahan jasa.Pendapatan yang diperoleh
sebagai imbalan atas penggunaan sumber ekonomi perusahaan oleh pihak lain
seperti pendapatan sewa, bunga atau. royalti diakui secara proporsional
(sebanding) dengan waktu penggunaan sumber ekonomi yang bersangkutan.Keuntungan
(gains) yang diperoleh dari penjualan aktiva selain barang dagangan seperti
aktiva tetap atau surat berharga, diakui pada saat teijadi transaksi penjualan.
Dalam laporan laba rugi, penghasilan
perusahaan secara garis besar diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu: (1)
penghasilan usaha, dan (2) penghasilan di luar usaha.
·
Pendapatan
usaha (operating income) adalah penghasilan yang diperoleh dari aktivitas usaha
pokok (utarna) perusahaan. Misalnya aktivitas usaha pokok perusahaan dagang
adalah pembelian dan penjualan barang dagangan. Penghasilan yang berhubungan
langsung dengan kegiatan yang utama dilakukan perusahaan dagang adalah “hasil
penjualan barang dagangan”. Dengan demikian pengahasilan usaha perusahaan
dagang adalah hasil penjualan barang dagangan, biasa disingkat dengan istilah
“penjualan” (sales). Sementara, penghasilan usaha perusahaan yang bergerak di
bidang jasa adalah “hasil penjualan jasa”.
·
Pendapatan
di luar usaha adalah penghasilan yang diperoleh dari aktivitas di luar
aktivitas pokok perusahaan, atau dari kegiatan usaha sampingan yang dilakukan
sewaktu-waktu. Misalnya: (a) perusahaan bengkel selain menjual jasa bengkel,
kadang-kadang menyewakan kendaraan, (b) perusahaan dagang yang menyewakan
sebagian gedung kantornya. Sewa yang diterima oleh perusahaan tersebut
merupakan penghasilan di luar usaha. Termasuk juga penghasilan di luar usaha
adalah laba penjualan surat berharga, laba penjualan aktiva tetap yang
dihentikan penggunaannya.
2) Beban
Terjadinya beban (expenses) adalah
berkurangnya nilai aktiva atau bertambahnya kewajiban yang mengakibatkan
penurunan ekuitas yang tidak berhubungan dengan penarikan modal dan pembagian
laba kepada penanam modal. Seperti halnya penghasilan, beban dalam laporan laba
rugi dikelompokkan menjadi: (1) beban usaha (operating expenses), dan (2) beban
di luar usaha (non operating expenses).
Beban usaha adalah beban-beban yang secara
langsung atau tidak langsung berhubungan dengan aktivitas usaha pokok
perusahaan. Beban usaha digolongkan menjadi:
a) Harga pokokpenjualan (cost of goods sold)
tepatnya beban pokokpenjualan, adalah harga pokok barang yang dijual selama
suatu periode akuntansi.
b) Beban penjualan (selling expenses), adalah
beban-beban yang berhubungan dengan usaha memperoleh pembeli (pelanggan) dan
usaha melayani pelanggan. Termasuk beban penjualan, antara lain: gaji pegawai
bagian penjualan, beban iklan, dan beban pengiriman barang ke luar.
c) Beban administrasi (administrative
expenses) atau beban umum (general expenses), yaitu beban-beban yang
berhubungan dengan aktivitas umum perusahaan, misalnya: gaji pegawai kantor,
perlengkapan kantor yang habis dipakai, beban penyusutan gedung dan peralatan
kantor.
Beban di luar usaha adalah beban yang timbul
dari aktivitas di luar usaha pokok perusahaan, misalnya: rugi penjualan aktiva
tetap, dan beban bunga. Disamping beban usaha dan beban di luar usaha tersebut
di atas, harus diinformasikan terpisah dalam laporan laba rugi adalah kerugian
yang sifatnya tidak biasa seperti kerugian akibat kebakaran atau bencana
banjir.
Susunan Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan yang
menunjukkan hasil usaha dan biaya-biaya selama satu periode akuntansi. Menurut
PSAK 2002 No.1 (revisi 1998), laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian
rupa yang menonjolkan unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian
secara wajar. Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos berikut ini :
a) Pendapatan;
b) Laba rugi usaha;
c) Beban pinjaman;
d) Bagian dari laba atau rugi perusahaan
afiliasi dan asosiasi yang diberlakukan menggunakan metode ekuitas;
e) Beban pajak;
f) Laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan;
g) Pos luar biasa;
h) Hak minoritas;
i) Laba atau rugi bersihuntuk periode
berjalan.
Untuk menyajikan pos luar biasa seperti
kebakaran, gempa, dan sebagainya perusahaan dapat menganut salah satu dari 2
perlakuan berikut ini:
ALL INCLUSIVE
Pencatatan kerugian dari pos luar biasa tsb
dapat disajikan dalam laporan laba rugi, sedangkan dalam laporan laba yang
ditahan hanya berisi net income yang ditransfer dari laporan rugi laba
deklarasi (pembayaran dividend), penyisihan dari laba (appropriation of retained
earning)
CURRENT OPERATING PERFORMANCE/NON CLEAN
SURPLUS CONCEPT
Pecatatan kerugian dari pos luar biasa tidak
boleh disajikan dalam laporan laba rugi melainkan disajikan dalam laporan laba
ditahan atau laporan perubahan modal maka laporan laba rugi hanya menentukan
hasil dari operasi normal periode tersebut.
BENTUK
LAPORAN LABA RUGI
Laporan laba rugi dapat disajikan dalam
bentuk‑bentuk sebagai berikut:
a. Bentuk langsung (single step)
Dalam bentuk single step, penghasilan usaha
dan penghasilan di luar usaha disusun dalam satu kelompok. Demikian pula beban
usaha dan beban di luar usaha. Laba atau rugi bersih dihitung dengan cara
mengurangi total penghasilan dengan total beban.
b. Bentuk bertahap (multiple step)
Dalam bentuk ini baik penghasilan maupun
beban dipisah secara rinci antara pendapatan dan beban usaha dengan penghasilan
dan beban di luar usaha sehingga bias dihitung penghasilan-penghasilan sebagai
berikut:
Laba bruto, yaitu hasil penjualan dikurangi
harga pokok penjualanPenghasilan usaha bersih, yaitu laba bruto dikurangi
biaya-biaya usaha.Penghasilan bersih sebelum pajak, yaitu penghasilan usaha
bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya
diluar usaha.Penghasilan bersih sesudah pajak, yaitu penghasilan bersih sebelum
pajak dikurangi pajak penghasilan.Penghasilan bersih dan elemen-elemen luar
biasa, yaitu penghasilan bersih sesudah pajak ditambah datau dikurangi dengan
elemen-elemen yang tidak biasa (sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk
pos luar biasa).
TUJUAN-TUJUAN
PELAPORAN KEUANGAN
Tujuan-tujuan dari pelaporan keuangan adalah
untuk menyediakan informasi yang :
1.
Berguna
bagi mereka yang membuat keputusan investasi dan kredit
2.
Membantu
dalam memperkirakan arus kas di masa depan
3.
Mengidentifikasi
sumber daya ekonomis (asset), klaim atas sumber daya tersebut (kewajiban),
serta perubahan pada sumber daya dan klaim tersebut.
Kontrak-kontrak pembelian, kontrak-kontrak
penting lainnya, adanya option atau warrant untuk saham dan lain-lain.
Keterangan tambahan yang dibuat sebagai lampiran laporan keuangan biasanya
digunakan untuk menunjukkan perhitungan-perhitungan detail yang mendukung suatu
jumlah tertentu, atau menunjukkan informasi-informasi keuangan berdasarkan
indeks harga (price level adjustment).
Berdasarkan dari penjelasan tersebut, bisa
diambil kesimpulan bahwa prinsip akuntansi dapat dijadikan pedoman bagi
pengusaha dalam pembuatan laporan keuangan. Hal ini untuk menjadikan laporan
keuangan yang dihasilkan atas dasar prosedur akuntansi dan disesuaikan dengan
peraturan dari prinsip akuntansi yang ada.
SUMBER
