Kamis, 23 November 2017

TUGAS SOFTSKILL ETIKA PROFESI AKUNTANSI

    ETIKA PROFESI AKUNTANSI
    LIKUIDITAS DAN COST OF CAPITAL PADA PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk.

    SEJARAH PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk.
            Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) didirikan awalnya bernama PT Kawan Lama Home Center tanggal 3 Pebruari 1995 dan mulai beroperasi secara komersial sejak tanggal 22 Desember 1995. Pada tanggal 28 Oktober 1997, nama Perusahaan diubah menjadi PT Ace Indoritel Perkakas, dan kemudian tanggal 28 Agustus 2001 nama Perusahaan selanjutnya diubah menjadi PT Ace Hardware Indonesia. Kantor Ace Hardware terletak di Gedung Kawan Lama, Lt.5, Jl. Puri Kencana No.1, Meruya-Kembangan, Jakarta 11610 – Indonesia. Saat ini, ACES memiliki 117 gerai ritel yang terletak di sejumlah kota besar di Indonesia.
           Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Ace Hardware Indonesia Tbk adalah PT Kawan Lama Sejahtera (59,97%), merupakan perusahaan yang 99,99% sahamnya dimiliki oleh PT Kawan Lama Internusa. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ACES meliputi usaha perdagangan umum termasuk kegiatan ekspor impor serta menjalankan usaha sebagai agen dan distributor. Kegiatan usaha utama ACES adalah penjualan eceran (ritel) barang-barang untuk kebutuhan rumah tangga dan lifestyle. Selain itu, ACES memiliki anak usaha dengan kepemilikan 59,9988%, yaitu PT Toys Game Indonesia yang bergerak dibidang industri dan perdagangan.
           Pada tanggal 30 Oktober 2007, ACES memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) ACES kepada masyarakat sebanyak 515.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp820,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 06 Nopember 2007.

  1. MENGHITUNG LIKUIDITAS
  2. Rasio Likuiditas menunjukkan  kemampuan suatu  perusahaan  untuk  memenuhi kewajiban  keuangannya  yang  harus segera  dipenuhi, atau  kemampuan   perusahaan  untuk memenuhi  kewajiban  keuangan pada saat ditagih (S. Munawir, 1995 hal 31). Rasio  likuiditas  terdiri dari :
    Current Ratio
    Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.

    Rumus  :



    Acid test ratio (Ratio Immediate Solvency)
    Rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid.
    Rumus :



  3. MENGHITUNG COST OF CAPITAL (COC)
  4. Menghitung biaya modal hutang Biaya hutang akanmenunjukkan seberapa besar biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan sebagai akibat penggunaan dana yang berasal dari  hutang (pinjaman). Dalam menghitung biaya modal relevan adalah biaya hutang setelah rumus yang digunakan adalah pendekatan after tax basis, dimana variabel yang diperlukan dalam perhitungan ini antara lain tarif pajak, beban bunga, dan hutang jangka panjang. Biaya modal utang dibagi menjadi:


    Keterangan :
    Kd  
    = Biaya modal hutang obligasi
    I     
    = Bunga hutang jangka panjang (obligasi) satu tahun dalam rupiah
    N  
    = Harga nominal obligasi atau nilai obligasi pada akhir umurnya
    Nb  
    = Nilai bersih penjualan obligasi
    n   
    = Umur obligasi
    Selanjutnya ka disesuaikan dengan tingkat pajak sehingga :


        
    Menghitung  biaya modal saham biasa dengan menggunakan metode

  5. Biaya modal saham preferen


  6. Keterangan :
    Kp     = Biaya saham preferen
    Dp     = Dividen saham preferen
    PO     = Harga saham preferen saat penjualan
                      
  7. Biaya modal saham biasa 


  8. Keterangan :
    Ke    = Biaya modal saham biasa
    Di    = Dividen
    P0    = Harga penjualan saham saat ini
    g      = Grow/ pertumbuhan

    Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang dengan rumus:


    Keterangan :
    Kd    = Biaya hutang setelah pajak
    Pd    = Proporsi hutang
    Ke    = Biaya modal sendiri
    Pe    = Proporsi modal sendiri
    Dikarenakan obligasi pada PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk tidak ada jadi saya lampirkan laporan keuangan pada PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk



    Referensi :








Kamis, 19 Oktober 2017

TUGAS ETIKA PROFESI AKUNTANSI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

ETIKA PROFESI AKUNTANSI
TENTANG ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk
TAHUN 2016
Diajukan untuk melengkapi tugas (softskill) dengan jadual perkulihan yaitu Etika Profesi Akuntansi

Dosen :
Evan Indrajaya

Disusun Oleh :
                        Nama           : Wretta Istianti Sukana
     NPM            : 2C214324
Kelas            : 4EB31


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2017


PENGERTIAN ANALISIS FUNDAMENTAL
Analisis Fundamental adalah teknik analisa yang umumnya digunakan oleh investor untuk membantu keputusan jual beli saham. Artikel ini akan membahas tentang Analisis Fundamental dengan cukup menyeluruh. Mulai dari definisi, fungsi, dan berbagai teknik analisis yang digunakan untuk mencari saham terbaik untuk investasi.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Analisa laporan keuangan adalah kegiatan menganalisa laporan keuangan. Yang lahir dari suatu konsep dan sistem akutansi keuangan. Dengan memahami sifat dan konsep akutansi keuangan maka akan lebih mengenal sifat dan konsep laporan keuangan sehingga dapat menjaga kemungkinan salah tafsir terhadap informasi yang diberikan melalui laporan keuangan sehinggakesimpulan yang disapat akan lebih akurat.
Menurut Myer (2004:5) definisi analisa laporan keuangan adalah “Analisa laporan keuangan adalah analisa mengenai dua daftar yang disusunoleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan”.
Menurut Dwi Prastowo (2008:56) definisi analisis laporan keuangankeuangan adalah: “Analisa laporan keuangan adalah penguraian suatu pokok atas berbagaibagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagianuntuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan”.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa analisa laporan keuangan (financial statement analysis) adalah proses penganalisaan atau penyidikan terhadap laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi beserta lampiran-lampirannya untuk mengetahui posisi keuangan dan tingkat “kesehatan” perusahaan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan  teknik-teknik tertentu.

JENIS ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Rasio laporan keuangan adalah perbandingan antara pos-pos tertentu dengan pos lain yang memiliki hubungan signifikan (berarti). Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. Adapun rasio keuangan yang popular adalah 1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek. Adapun yang termasuk dalam rasiolikuiditas adalah :
  1. Rasio Lancar adalah kemampuan untuk membayar kewajiban yang segera harus dipenuhi denganaktiva lancar. Apabila rasio lancar ini 1 : 1 atau 100 %, berarti aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar.
  2. Rasio Cepat (Quick ratio), Rasio ini menunjukan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar. Semakin besar rasio ini maka semakin baik, rasio ini disebut juga dengan acid test ratio. Angka rasio ini tidak harus 100 % atau 1 : 1.
  3. Rasio Kas atas Aktiva Lancar, Rasio ini menunjukan porsi jumlah kas dibandingkan dengan total aktiva lancar.
  4. Rasio Kas atas Hutang Lancar, Rasio ini menunjukan porsi jumlah kas yang dapat menutupi hutang lancar.
  5. Rasio Aktiva Lancar dan Total Aktiva, Rasio ini menunjukan porsi aktiva lancar atas total aktiva.
  6. Aktiva Lancar dan Total Hutang, Rasio ini menunjukan porsi aktiva lancar atas total kewajiban perusahaan.


Analisis :
Pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut setiap hutang lancar Rp.100,- dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp.672,- dan Rp. 726,-. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kesulitan bagi ACE HARDWARE INDONESIA Tbk untuk melunasi hutangnya karena hanya dengan mencairkan aktiva lancarnyapun hutang lancar tersebut sudah dapat dilunasi bahkan pergerakan Current Ratio dari tahun 2015-2016 semakin tinggi maka akan semakin terjamin hutang perusahaan kepada kreditur.

2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang atau kewajiban-kewajibannya apabila perusahaan dilikuidasi. Rasio solvabilitas antara lain :
  1. Rasio Hutang atas Modal.
Rasio ini menggambarkan sampai sejauh mana modal pemilik dapat menutupi hutang-hutang kepada pihak luar. Semakin kecil rasio ini semakin baik.
  1. Debt Service Ratio.
Rasio ini menggambarkan sejauh mana laba setelah dikurangi bunga dan penyusutan serta biaya nonkas dapat menutupi kewajiban bunga dan pinjaman. Semakin besar rasio ini semakin besar perusahaan dapat menutupi semua hutang-hutangnya.
  1. Rasio Hutang atas Aktiva.
Rasio ini menunjukan sejauh mana hutang dapat ditutupi oleh aktiva, lebih besar rasionya maka lebih aman, supaya aman porsi hutang terhadap aktiva harus lebih kecil.


Analisis :
Pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut setiap Rp.100,- total aktiva yang dilakukan dibelanjai dari hutang sebesar Rp.17,5,- dan Rp. 18,3,- atau terdapat 17,5% aktiva pada tahun 2015 dibelanjai dari hutang dan begitu pula tahun 2016 sebesar 18,3%. Pergerakan DAR yang naik ini menunjukkan bahwa kredibilitas ACE HARDWARE INDONESIA Tbk di mata kreditur sehingga kreditur dapat memberikan pinjaman lebih besar dari tahun sebelumnya. Namun, DAR yang semakin naik ini juga harus diperhatikan agar tidak semakin besar supaya kegiatan perusahaan tidak terganggu oleh kewajiban yang harus dilunasi.

3. Rasio Profitabilitas
Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada, seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan dan sebagainya. Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba disebut juga operating ratio. Rasio profitabilitas antara lain :
  1. Profit Margin.
Angka ini menunjukan berapa besar presentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.
  1. Return On Total Assets.
Rasio ini menunjukan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai aktiva.
  1. Return On Investment.
Rasio ini menunjukan berapa persen diperoleh laba bersih bila diukur dari modalpemilik. Semakin besar maka akan semakin baik.
  1. Operating Ratio.
Menunjukan biaya operasi per rupiah penjualan, semakin besar rasio ini berarti semakin buruk.

Analisis :
Pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut setiap Rp.100,- penjualan yang dilakukan atas asset perusahaan mampu menghasilkan laba bersih sebesar Rp.12,5,- dan Rp. 14,3,-. Hal ini menunjukkan bahwa PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk mengalami kenaikan laba pada periode 2015 dan 2016.

 4. Rasio Aktivitas.
Rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian dan kegiatan lainnya. Rasio ini menunjukan bagaimana sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal, kemudian dengan cara membandingkan rasio aktivitas dengan standar industri, maka dapat diketahui tingkat efisiensi perusahaan dalam industri. Yang termasuk dalam rasio ini adalah :
  1. Receivable Turn Over
Rasio ini menunjukan berapa cepat penagihan piutang. Semakin besar semakin baik karna penagihan piutang dilakukan dengan cepat.
  1. Inventory Turn Over.
Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perputaran persediaan dalam siklus produksinormal. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap bahwa kegiatan penjualan berjalan cepat.
  1. Fixed Asset Turn Over.
Rasio ini menunjukkan berapa kali nilai aktiva berputar jika diukur dari nilai penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik artinya kemamapuan aktiva tetap menciptakan penjualan tinggi.
  1. Total Asset Turn Over.
Rasio ini menunjukkan perputaran total aktiva diukur dari volume penjualan dengandengan kata lain seberapa jauh kemampuan semua aktiva menciptakan penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik.
  1. Periode Penagihan Piutang.
Angka ini menunjukkan berapa lama perusahaan melakukan penagihan piutang. Semakin pendek periodenya semakin baik. Rasio ini sejalan dengan informasi yang digambarkan receivable turn over.

Analisis :
Total Asset Turnover adalah cara untuk mengukur efisiensi perputaran dari semua asset yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi tingkat rasio ini maka akan semakin baik. Namun, pada PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk, pada tahun 2015 dan 2016 secara berturut-turut dana yang tercatat dalam total aktiva dalam satu putaran adalah 1,46 kali dan 1,32 kali atau setiap rupiah total aktiva selama setahun menghasilkan penjualan sebesar Rp. 146,- dan Rp. 132,-. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penurunan penjualan dari tahun 2015 ke tahun 2016. Sehingga perlu dicari solusi untuk mengatasinya, yaitu dengan meningkatkan inovasi terhadap produk yang akan di jual sehingga dapat meningkatkan penjualan tersebut.


PT. ACE HARDWARE INDONESIA TBK
PERIODE 31 DES 2015 – 31 MARET 2016




 Kesimpulan
TAHUN
CR
TATO
NPM
DAR
2015
672%
146%
12%
17%
2016
726%
132%
14%
18%

PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk pada tahun 2015 dan 2016 mampu melunasi hutang lancar dengan aktiva lancarnya. Keadaan itupun mampu membuat kreditur percaya untuk memberikan pinjaman lebih besar di tahun 2016 sehingga terjadi peningkatan kewajiban dari tahun 2015 hingga 2016. Namun hal ini harus tetap diperhatikan agar perusahaan tidak bergantung pada pinjaman. Keadaan yang cukup baikpun ditunjukkan dari kemampuan Ace Hardware yang meningkat dalam memperoleh laba. Namun sayangnya pengelolaan asset perusahaan kurang efisien sehingga perputarannya menurun. Hal itu menunjukkan ada kecenderungan pengendapan asset yang kurang baik bagi perusahaan, maka perlu dilakukan evaluasi dan inovasi agar aktivitas perusahaan berjalan lebih efisien dari sebelumnya.

Referensi :
  1. https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiWh67x1fzWAhVEoJQKHY9GAE0QFggsMAE&url=http%3A%2F%2Fwww.acehardware.co.id%2Face_media%2Ffiles%2Ffile95.pdf&usg=AOvVaw1RizkwaGqIVIpoa8Wyk3sQ
  2. https://sucirakhmawati.wordpress.com/2014/12/25/analisis-laporan-keuangan/
  3. www.juruscuan.com/investasi/444-analisis-fundamental







Senin, 18 September 2017

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Prinsip Etika Profesi Akuntansi
  1. Prinsip Pertama – Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

  1. Prinsip Kedua – Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

  1. Prinsip Ketiga – Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

  1. Prinsip Keempat – Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

  1. Prinsip Kelima – Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.

  1. Prinsip Keenam – Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati leerahasiaan informas iyang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hokum untuk mengungkapkannya

  1. Prinsip Ketujuh – Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi

  1. Prinsip Kedelapan – Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.
Berikut adalah beberapa kasus yang berhubungan dengan etika profesi akuntansi.

Kasus KAP Anderson dan Enron
Kasus KAP Anderson dan Enron terungkap saat Enron mendaftarkan kebangkrutannya ke pengadilan pada tanggal 2 Desember 2001. Saat itu terungkap, terdapat hutang perusahaan yang tidak dilaporkan, yang menyebabkan nilai investasi dan laba yang ditahan berkurang dalam jumlah yang sama. Sebelum kebangkrutan Enron terungkap, KAP Anderson mempertahankan Enron sebagai klien perusahaan dengan memanipulasi laporan keuangan dan penghancuran dokumen atas kebangkrutan Enron, dimana sebelumnya Enron menyatakan bahwa periode pelaporan keuangan yang bersangkutan tersebut, perusahaan mendapatkan laba bersih sebesar $ 393, padahal pada periode tersebut perusahaan mengalami kerugian sebesar $ 644 juta yang disebabkan oleh transaksi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh Enron.

Solusi :
Kecurangan yang dilakukan oleh Arthur Andersen telah banyak melanggar prinsip etika profesi akuntan diantaranya yaitu melanggar prinsip integritas dan perilaku profesional. KAP Arthur Andersen tidak dapat memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik sebagai KAP yang masuk kategoti The Big Five dan tidak berperilaku profesional serta konsisten dengan reputasi profesi dalam mengaudit laporan keuangan dengan melakukan penyamaran data. Selain itu Arthur Andesen juga melanggar prinsip standar teknis karena tidak melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Solusi dari kasus di atas adalah seharusnya KAP Anderson dan Enron harus melaporkan hasil dari laporan keuangan tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas laporan keuangan di perusahaan sehingga tidak terjadi kerugian yang sangat besar.


Sabtu, 24 Juni 2017

BAHASA INGGRIS BISNIS 2

Adjective
Adjective adalah kata yang digunakan untuk menerangkan kata benda (noun) atau kata ganti (pronoun) yang dapat berupa orang (person), tempat (place), binatang (animal), benda atau konsep abstrak.
Adverb
Adverb adalah kata keterangan. Adverb dan Adjective memiliki kesamaan. Jika Adjective menambahkan kejelasan arti pada benda, maka Adverb menambahkan kejelasan terhadap keja (Verbs).
Adjective
1.      N + 1 Adj
·         She is an excellent singer
·         This is a beautiful bird
·         She has a cute puppy
·         My books are thick
·         A dirty boy
2.      N + 2 Adj
·         She is beauiful and smart girl
·         Many a youth and a maid, dancing neath the green wood shade
·         I have a long black hair
·         This chicken taste delicious and tasty
·         The dog is very aggressive and hideous

3.      N + > 2 Adj
·         I want to live in a beautiful, clean and large house
·         She is very beautiful, dilegent and very clever
·         It’s park is very comfortable, cold and beautiful because many flower in the park
·         Expensive, nice and red car
·         Nice, smooth, and expensive dress

Adverb
1.      Adverb Manner
·         He read the instractions carefully
·         The toaster will auto matically turn off
·         The rich women learnd from experts how to arrange flowers beautifully
·         Student have to work calmly in the school
·         He said that he always driver fast

2.      Adverb Frequency
·         I always eat haygiene food to avoid stomachache
·         My mother often surprise me with her ideas
·         She frequently rearranges her bedroom
·         I usually wake up at 4.a.m
·         The worker sometimes feels bored with his work

3.      Adverb Time
·         Tita finally found solution to solve her academic problem
·         The children recently went home
·         Please call me later, I’m studying now
·         Athiya arrives from Osaka today
·         They sent a box of tiramisu cake to me eleven days ago

4.      Adverb Place
·         He is watching the football macth there
·         Alma works in Bandung for a while
·         My apartement faces north
·         The  built a house ten milles west of cilegon
·         I’m on a flight to Jakarta


Sabtu, 13 Mei 2017

BAHASA INGGRIS 2 TUGAS 3

IF Conditional
Rumus Conditional Sentences :
Conditional 1. If + S + Present Tense, S + Future
Conditional 2. If + S + Past Tense, S + Past Future
Conditional 3. If + s + Past Perfect, S + Future Past Perfect

 Dibawah ini adalah judul artikel yang mengandung kalimat IF Condition Sentences :
To Go To Zimbabwe Need To Read - U.S. Economic Sanctions Against Zimbabwe
If You Are Planing To Go To Zimbabwe You Need To Read This First - US Economic Sanctions Against Zimbabwe American Hunters considering traveling to Zimbabwe need to read and familiarize themselves with the issued Treasury Department's Office of Foreign Assets Control (OFAC) .
If I were Prime Minister, I’d privatise the NHS. This Executive Order prohibits US persons, wherever located, or anyone in the United States from engaging in any transactions with any person, entity or organization found on this list which is compiled and regularly updated by The US Treasury Department's Office of Foreign Assets Control (OFAC).
This list also names properties where American hunters are forbidden to hunt legally. No American should have any dealing with anyone on this list. For more information please visit the website of the US Treasury Department's Office of Foreign Assets Control by clicking here.
If you’d been here earlier, you could have had it provides a fact sheet with general information about the Zimbabwe sanctions program imposed by the new Executive Order. For the search result of OFAC's SDN ( Specially Designated Nationals)
List Zimbabwe And that at no time will you be hunting on a sanction listed property. Criminal fines for violating the Executive Order or regulations to be issued pursuant to the Executive Order are severe. It is no guarantee of protection against prosecution.


Dari Artikel diatas, terdapat If Conditional yaitu :
1.  Conditional type 1 terdapat di paragraph 1 (Satu) yaitu :
If You Are Planing To Go To Zimbabwe You Need To Read
2.  Conditional type 2 terdapat di paragraph 2 (Dua) yaitu :
If I were Prime Minister, I’d privatise the NHS
3.  Conditional type 3 terdapat di paragraph 4 (Empat) yaitu :
If you’d been here earlier, you could have had it provides a fact
Referensi :
http://warnianuraeni.blogspot.co.id/2011/03/artikel-conditional-sentences-dan.html
  


 
WELCOME TO MY BLOG Blogger Template by Ipietoon Blogger Template