PENGANTAR BISNIS
TEKNIK ANALISIS
MERAMALKAN KAS PERUSAHAAN
Di susun oleh :
WRETTA ISTIANTI SUKANA (2C214324)
1EB33
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
TEKNIK ANALISIS
MERAMALKAN KAS PERUSAHAAN
Teknik analisis
meramalkan kas perusahaan adalah tehnik untuk mengetahui keadaan sehat atau
tidaknya kas pada perusahaan di masa mendatang ataupun sekarang.
1. Keuangan
perusahaan
Perusahaan Keuangan merupakan lembaga yang melaksanakan fungsi
utama menyalurkan dana dari yang surplus/ berlebih kepada mereka yang
kekurangan dana. Adapun jenis-jenis perusahaan keuangan adalah sebagai berikut:
· Bank Komersial (Commercial Banks) : lembaga simpanan yang memiliki
asset utama berupa pinjaman dan kewajiban utama lain yaitu tabungan (deposits).
· Thrifts : lembaga simpanan dalam bentuk tabungan atau pinjaman, savings
banks dan credit unions.
· Perusahaan asuransi : lembaga keuangan yang menjaga individu dan
perusahaan (policy holders) dari even/kejadian yang buruk.
· Perusahaan sekuritas dan bank investasi : lembaga keuangan yang
menjamin sekuritas dan terlibat dalam kegiatan sehubungan seperti broker surat
berharga, jual beli surat berharga, dan menghasilkan pasar dimana surat
berharga diperdagangkan.
·Perusahaan Pembiayaan (Finance companies) : Lembaga penghubung
keuangan yang memberi pinjaman kepada individu dan bisnis.
· Reksa dana (Mutual Funds) : lembaga keuangan yang menawarkan
rencana simpanan dimana dana milik partisipan mengakumulasi tabungan selama
tahun bekerja mereka sebelum diambil selama tahun penisun mereka.
2. Estimasi
Penjualan
peramalan penjualan, yaitu merupakan ramalan unit dan nilai uang
penjualan suatu perusahaan. Penyusunan perencanaan keuangan apabila
disajikan dengan benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak
manajemen perusahaan dalam rangka pengembangan usaha yang dilakukan. Apabila
perencanaan keuangan dilakukan secara tepat maka pihak manajemen perusahaan mampu
untuk berusaha secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan.
3. Estimasi
Produksi
Anggaran
produksi adalah anggaran penjualan yang disesuaikan terhadap perubahan
persediaan
4. Estimasi
pembelian bahan langsung
Estimasi pembelian bahan langsung adalah pembelian barang secara
langsung, baik berupa langsung maupun sistem online. estimatis ini sangat
menguntungkan bagi penjual maupun pembeli. karena penjual bisa memprodukan
barang daganganya dengan cara sistem online, dan si pembeli juga dapat lebih
menghuntungkan dan menghematkan.karena pembeli tidak perlu meluangkan waktu
yang lama untuk datang dan pergi ke sana. cukup hanya dengan berada di depab
komputer dan memilih barang mana yang akan di belinya. lalu mentransferkan
jumlah uang yang sudah tertera, dengan cara seperti itu pihak pembeli maupun
pihak penjual dapat memperolehkan keuntungan.
5. Estimasi
pemakaian bahan langsung
pemakaian bahan langsung adalah biaya yang
dikeluarkan untuk membiayai bahan baku bahan pembantu dan bahan penunjang produksi.
6. Upah
langsung
Upah yang
diberikan secara langsung kepada pekerja.
7. Estimasi
beban fabrikase
Merupakan
estimasi yang menjelaskan tentang beban pabrikase.
8. Estimasi
harga pokok penjualan
Ringkasan dari anggaran produksi dengan
memperhatikan tingkat persediaan akhir.
Data yang diperlukan :
- Data yang telah dihitung dalam anggaran produksi, anggaran
bahan langsung, anggaran overhead dan anggaran tenaga langsung
- Keakuratan datanya dipengaruhi data dalam anggaran yang
lain.
9. Estimasi
beban penjualan
Estimasi
beban pejualan adalah beban si penjual karena terdapat beberapa faktor yang
membuat perusahaan atau si penjual oleh pihak-pihak tertentu
10. Estimasi
beban administrasi
Beban administrasi perusahaan yang fokus dari kepentingan
politik pada saat ini. Badan Penelitian Eim estimasi total biaya administrasi
di sektor pekerjaan sementara.
11. Estimasi
laba rugi
Rekening-rekening laporan laba rugi adalah suatu laporan yang
sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu
perusahaan pada suatu periode tertentu, yaitu meliputi:
a. Laba merupakan kenaikan modal saham yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari pendapatan operasional perusahaan.
a. Laba merupakan kenaikan modal saham yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari pendapatan operasional perusahaan.
b. Rugi yaitu merupakan penurunan modal saham yang diakibatkan
dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode tertentu.
12. Estimasi
kas
Estimasi Kas adalah laporan keuangan yang menunjukan berapa uang
yang di punyai oleh perusahaan itu, karena dengan adanya kas perusahaan dapat
mengetahui berapa jumlah uang atau kas yang ada, apakah perusahan tersebut
memperoleh keuntungan atau kenaikan kas atau bahkan memeproleh penurunan kas.
Atau secara lebih sederhana dapat dismpulkan estimasi kas merupakan kas bersih
yang keluar dan masuk ke dalam suatu perusahaan.
Keuangan perusahaan atau yang lebih dikenal dengan corporate
finance adalah bidang keuangan berurusan dengan keputusan pendanaan perusahaan
bisnis membuat dan alat dan analisis yang digunakan untuk membuat keputusan.
Tujuan utama dari keuangan perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai
perusahaan sambil mengelola perusahaan keuangan risiko . Meskipun pada dasarnya
berbeda dari pembiayaan manajerial yang mempelajari keputusan keuangan dari
semua perusahaan, bukan perusahaan sendiri, konsep utama dalam mempelajari
corporate finance berlaku untuk masalah keuangan dari semua jenis perusahaan.
Disiplin dapat dibagi menjadi panjang dan jangka pendek keputusan
panjang dan teknik. Modal investasi jangka keputusan pilihan panjang tentang
proyek-proyek yang menerima investasi, apakah untuk membiayai bahwa investasi
dengan ekuitas atau hutang , dan kapan atau apakah untuk membayar dividen
kepada pemegang saham . Di sisi lain, jangka pendek keputusan berurusan dengan
jangka pendek dari saldo aktiva lancar dan kewajiban lancar , fokus di sini
adalah pada pengelolaan uang tunai, persediaan , dan pinjaman jangka pendek dan
pinjaman (seperti istilah di kredit kepada pelanggan) .
Penggunaan "corporate finance" istilah bervariasi di
seluruh dunia. Di Amerika Serikat digunakan untuk menggambarkan kegiatan,
keputusan dan teknik yang menangani banyak aspek perusahaan keuangan dan modal.
Di Inggris dan Persemakmuran negara, istilah "corporate finance" dan
"pemodal perusahaan" cenderung berhubungan dengan perbankan investasi
- yaitu dengan transaksi di mana modal dibangkitkan untuk perusahaan. Ini
mungkin termasuk :
modal
pembangunan atau perluasan
akuisisi
atau penjualan perusahaan swasta
demergers
dan pengambilalihan perusahaan publik, termasuk kesepakatan publik-ke-swasta
Manajemen buy-out, buy-in atau serupa perusahaan, divisi atau anak
- biasanya didukung oleh ekuitas swasta
Ekuitas isu oleh perusahaan, termasuk flotasi perusahaan di bursa
saham diakui dalam rangka meningkatkan modal untuk pengembangan dan / atau
untuk merestrukturisasi kepemilikan
Meningkatkan modal melalui isu bentuk lain dari ekuitas, hutang
dan efek yang bersangkutan untuk refinancing dan restrukturisasi usaha
Pembiayaan bersama usaha, pembiayaan proyek, keuangan
infrastruktur, kemitraan publik-swasta dan privatisasi
masalah ekuitas sekunder, baik dengan cara menempatkan pribadi
atau isu-isu lebih lanjut tentang pasar saham, terutama di mana dikaitkan
dengan salah satu transaksi yang tercantum di atas.
Budidaya hutang dan restrukturisasi hutang, terutama bila
dikaitkan dengan jenis transaksi yang tercantum di atas
Corporate finance menggunakan alat dari hampir semua bidang
keuangan. Beberapa alat yang dikembangkan oleh dan untuk perusahaan memiliki
aplikasi yang luas untuk entitas selain perusahaan, misalnya, untuk kemitraan,
perseorangan, organisasi-organisasi nirlaba, pemerintah, reksa dana, dan
manajemen kekayaan pribadi. Namun dalam kasus lain penerapannya sangat terbatas
di luar arena corporate finance. Karena menangani perusahaan dalam jumlah uang
jauh lebih besar daripada individu, analisis telah berkembang menjadi sebuah
disiplin sendiri. Hal ini dapat dibedakan dari keuangan pribadi dan keuangan
publik .
Keuangan
Perusahaan di bagi menjadi 3 :
Divestasi:
Divestasi adalah pengurangan beberapa jenis aset baik dalam bentuk
finansial atau barang, dapat pula disebut penjualan dari bisnis yang dimiliki
oleh perusahaan. Ini adalah kebalikan dari investasi pada aset yang baru.
Motif :
Perusahaan
memiliki beberapa motif untuk divestasi.
Pertama, sebuah perusahaan akan melakukan divestasi (menjual)
bisnis yang bukan merupakan bagian dari bidang operasional utamanya sehingga
perusahaan tersebut dapat berfokus pada area bisnis terbaik yang dapat
dilakukannya. Sebagai contoh, Eastman Kodak, Ford Motor Company, dan banyak
perusahaan lainnya telah menjual beragam bisnis yang tidak berelasi dengan
bisnis utamanya.
Motif kedua untuk divestasi adalah untuk memperoleh keuntungan.
Divestasi menghasilkan keuntungan yang lebih baik bagi perusahaan karena
divestasi merupakan usaha untuk menjual bisnis agar dapat memperoleh uang.
Sebagai contoh, CSX Corporation melakukan divestasi untuk berfokus pada bisnis
utamanya yaitu pembangunan rel kereta api serta bertujuan untuk memperoleh
keuntungan sehingga dapat membayar hutangnya pada saat ini.
Motif ketiga bagi divestasi adalah kadang-kadang dipercayai bahwa
nilai perusahaan yang telah melakukan divestasi (menjual bisnis tertentu
mereka) lebih tinggi daripada nilai perusahaan sebelum melakukan divestasi.
Dengan kata lain, jumlah nilai aset likuidasi pribadi perusahaan melebihi nilai
pasar bila dibandingkan dengan perusahaan pada saat sebelum melakukan
divestasi. Hal ini memperkuat keinginan perusahaan untuk menjual apa yang
seharusnya bernilai berharga daripada terlikuidasi pada saat sebelum divestasi.
Motif keempat untuk divestasi adalah unit bisnis tersebut tidak
menguntungkan lagi. Semakin jauhnya unit bisnis yang dijalankan dari core
competence perusahaan, maka kemungkinan gagal dalam operasionalnya semakin
besar.
Metode Divestasi :
Beberapa perusahaan menggunakan teknologi untuk memfasilitasi
proses divestasi beberapa divisi. Mereka mempublikasikan informasi tentang
divisi mana saja yang ingin mereka jual pada situs resmi mereka sehingga dapat
dilihat oleh perusahaan lain yang sekiranya tertarik untuk membeli divisi
tersebut. Sebagai contoh, Alcoa telah mendirikan sebuah online showroom yang
menampilkan divisi yang mereka jual. Dengan melakukan komunikasi secara online,
Alcoa telah mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk membiayai divisi yang
bergerak pada hotel, usaha transportasi, dan urusan pertemuan.
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu:
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Bahasa Inggris: Rights Issue)
atau disingkat HMETD dalam pasar modal Indonesia adalah hak yang diperoleh para
pemegang saham yang namanya telah terdaftar dalam daftar pemegang saham suatu
perseroan terbatas untuk menerima penawaran terlebih dahulu apabila perusahaan
sedang menjalani proses emisi atau pengeluaran saham-saham dari saham portopel
atau saham simpanan. Hak tersebut diberikan dalam jangka waktu 14 hari
terhitung sejak tanggal penawaran dilakukan dan jumlah yang berhak diambil
seimbang dengan jumlah saham yang mereka miliki secara proporsional.
Kebangkrutan:
Kebangkrutan adalah ketidakmampuan yang dinyatakan secara legal
oleh individu atau organisasi untuk membayar kreditur mereka. Kebangkrutan
telah dicatat di Perjanjian Lama dan Timur Jauh.
KESIMPULAN
Teknik Analisis Meramalkan
Kas Perusahaan adalah teknik untuk mengetahui keadaan sehat atau tidaknya kas
pada perusahaan di masa mendatang ataupun sekarang.
Informasi penting di
perusahaan yang perlu diketahui oleh publik, antara lain laporan keuangan perusahaan.
Pada saat ini pemaparan laporan keuangan perusahaan tahunan (annual report)
yang disampaikan kepada publik baru berjalan di perusahaan yang sudah go public
atau terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) maupun Bursa Efek Surabaya (BES).
Semakin tinggi tingkat keterbukaan atas laporan keuangan perusahaan maka
seharusnya semakin rendah pula kemungkinan terjadinya korupsi, kolusi dan
nepotisme (KKN).
Sumber :


0 komentar:
Posting Komentar